Prediksi Tiga Calon Pelatih Semen Padang FC

Semen Padang FC masih tenang-tenang saja melihat situasi, ketika satu persatu pesaing di Liga 2 sudah bergerak.

Logo Semen Padang FC

Oleh Rizal Marajo

MILENIALISME.COM, PADANG – Semen Padang FC masih tenang-tenang saja melihat situasi, ketika satu persatu pesaing di Liga 2 sudah bergerak.

Mulai dari menetapkan pelatih, berburu pemain, bahkan sudah ada yang launching dan memulai sesi latihan.

Agak berbeda dengan tim-tim lain, Semen Padang FC menatap musim ini, lebih mendahulukan hal-hal di luar aspek teknis.

Misalnya memastikan finansial aman, berusaha menarik sponsor sebanyak mungkin, dan sebagainya.

Salah satu yang sudah fix, urusan seragam tim sudah aman tenteram, setelah manajemen tim mengikat kerja sama dengan apparel Xten.

Fans tinggal menunggu, kira-kira seperti apa tongkrongan seragam tempur Kabau Sirah nanti.

Langkah yang teliti dan hati-hati juga sebenarnya dari super manejer Effendi Syahputra, di tengah kepastian Liga 2 yang masih jauh dari kata fix.

Baca Berita Bola di Bolabeten.com

Berhitung dengan pasti, mungkin itulah jurus sang manejer.

Biar bagaimanapun, yang paling ditunggu pecandu SPFC saat ini tentulah siapa yang akan menjadi pelatih tim.

Karena kepastian pelatih adalah titik awal proses membangun sebuah tim.

Biasanya, ketika pelatih sudah permanen dan pasti, maka dari situ bisa berbicara tentang rencana sebuah tim, kebutuhan pemain, program, bahkan sudah bisa bicara tentang sebuah target.

Karena fungsi pelatih adalah leader dalam sebuah tim. Tugas dan tanggungjawab tertinggi ada di tangan pelatih.

Baca Juga:

Ibarat bikin film, pelatih adalah sutradara yang akan mengarahkan alur cerita.

Pertanyaannya sekarang, siapa kira-kira yang akan menduduki kursi sutradara Semen Padang FC yang lumayan panas itu?

Soal Eks Pelatih Semen Padang FC Eduardo Almeida

Yang jelas, jangan sebut-sebut lagi Eduardo Almeida, pelatih asal Portugal yang dua musim terakhir mengharu-biru perasaan fans SPFC.

Walau tak ada yang fenomenal dari Almeida, tapi kesantunan pria ini mendapat tempat tersendiri.

Mungkin Almeida, satu-satunya di dunia ini pelatih yang gagal menyelamatkan tim namun mendapatkan buket bunga bahkan diminta melatih lagi.

Baca Juga:

Keadaan ini seolah-olah Almeida tampak seperti berhasil membaa timnya juara.

Semuanya termaafkan begitu benarlah terkesannya pada pria yang satu ini.

Sekarang Almeida sudah dapat pelabuhan karirnya yang baru di Timur Tengah.

Testimoni nan penuh haru dan sentimentil meluncur dari akun Instagramnya.

Intinya, jika ada jodoh bertemu lagi kita nanti. Almeida juga mengutip istilah populer Minang, Bapisah bukannyo bacarai”.

Jika merujuk pernyataan sang manejer yang kerap berulang akhir-akhir ini, bahwa SPFC tahun 2021 akan lebih mengoptimalkan pemain-pemain lokal Ranah Minang untuk mengisi skuad.

Sepertinya hal itu juga akan berlaku untuk pelatih.

Logika bodohnya saja, tak mungkin pula sekumpulan anak-anak Minang akan dilatih oleh orang luar, apalagi oleh orang tak bisa berbahasa Indonesia.

Jauh lebih masuk akal memakai pelatih lokal yang pastinya akan lebih kenal dan paham karakter pemain-pemain lokal.

Prediksi Calon Pelatih Semen Padang FC

Setelah dua nama mantan yang sempat mencuat dari fans, seperti Nilmaizar dan Jafri Sastra  yang pergi membantu dua klub Sumatra Selatan, calon-calon pelatih SPFC semakin mengerucut dan semakin sedikit pilihan.

Mungkin tidak akan jauh-jauh, nama-nama seperti Weliansyah, Delfi Adri, dan Syafrianto Rusli, berkemungkinan merebut kursi panas itu.

Selain ketiganya sudah paham A-Z Semen Padang FC, ketiga nama itu memang yang paling punya jahitan untuk menukangi SPFC sekarang.

Pengalaman, lisensi, dan ketabahan mereka menukangi Semen Padang FC sudah teruji dan sangat memadai.

Tinggal menunggu pertimbangan dari manajemen, serta mendengar bisikan kiri kanan dulu, sebelum manajemen ketok palu untuk satu nama di atas.

Ketiganya jelas punya plus minus, kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Namun ada baiknya juga jika menelusuri lebih cermat kiprah ketiga orang itu dalam tiga tahun terakhir bersama Semen Padang.

Weliansyah

Weliansyah, soal loyalitas dan kecintaan pada SPFC tak perlu ragu lagi.

Dia terlibat dalam dalam jatuh bangunnya tim tiga tahun terakhir.

Boleh jadi dia orang paling mengerti dan paling paham Semen Padang FC saat ini.

Dari segi melatih, Weli tidaklah buruk, hanya soal tanggungjawab penuh.

Karena selama ini dia terlibat dalam tim baru sebatas Asisten atau Cartaker.

Jika tahun ini Weli mendapatkan wewenang 100 persen sebagai head coach, itu adalah pilihan masuk akal dari manajemen.

Walaupun di sisi fans, Weli terkadang cenderung remeh. Judge yang tidak adil juga sebenarnya, ketika Weli belum mendapatkan kepercayaan penuh 100 persen sebagai head coach.

Delfi Adri

Delfi, juga pelatih bagus, tapi untuk melatih SPFC senior, lelaki asal Payakumbuh ini juga belum begitu teruji.

Dia lebih banyak sebagai asisten. Satu-satunya pengalamannya pegang komando di bench, adalah saat jadi caretaker di Liga 1 2017 untuk beberapa pertandingan.

Delfi lebih banyak bermain di level tim muda Semen Padang FC, dan dia bagus kalau di level itu.

Pendekatan personal pada pemain dan totalitas untuk Semen Padang FC tak perlu diragukan.

Sosoknya yang low profile di mata pemain dan fans, membuat pria ini sangat disukai.

Syafrianto Rusli

Syafrianto Rusli, masih kerap disebut pelatih futsal, tapi pengalaman dan senioritasnya mumpuni menukangi Semen Padang FC.

Apalagi soal lisensi, pria ini adalah penyandang AFC Pro. Hanya 20 orang di negeri ini yang memegang lisensi tertinggi itu.

Ingat, untuk Liga 2, Syafrianto sangat berpengalaman. Bahkan, orang inilah yang membuat SPFC hanya numpang lewat di Liga 2 2018. Semusim, tim langsung dibawanya kembali ke Liga 1 tahun 2019.

Hanya saja, sepak bola bukanlah tikam jejak, tak ada jaminan apa yang terjadi di masa lalu akan bisa terulang di tangan orang yang sama.

Kondisinya akan jauh berbeda, dan tidak akan mudah mengulang hal yang sama.

Entahlah, kalau super manajer punya pemikiran lain, dan menepiskan tiga nama tersebut.

Misalnya membawa nama yang tak pernah terfikirkan sebelumnya, atau memberi surprise menunjuk nama-nama fresh.

Page: 1 2

aidina fitra:
Leave a Comment