Inspiratif, Tugu Unik Dibangun untuk Pengusaha Fotokopi

Masyarakat Atar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, membangun tugu fotokopi yang menjadi simbol kesuksesan.

Masyarakat Atar, Kabupaten Tanah Datar membangun Tugu Fotokopi, Senin (29/3/2021) sebagai peringatan kesuksesan perantau Atar di berbagai provinsi Sumatra Barat. (Sumber: prokabar.com)

MILENIALISME.COM – Masyarakat Atar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, membangun tugu fotokopi yang menjadi simbol kesuksesan.

Memang, masyarakat Atar mayoritas bekerja sebagai pengusaha fotokopi di perantauan.

Usaha fotokopi ini bahkan sudah tersebar ke beberapa provinsi di Pulau Jawa dan Sumatra.

Pembangunan tugu ini atas inisiatif masyarakat Atar di perantauan.

Berdasarkan data Kenagarian Atar, total penduduk mencapai 5.4000 ribu kepala keluarga.

Baca Juga:

Hampir dua pertiga atau sekitar 3000 orang berada di perantauan dan bekerja sebagai pengusaha fotokopi.

Wali Nagari Atar Halyu Pardi memastikan data tentang total pengusaha fotokopi dari nagarinya.

“Kalau kita perkirakan itu ada 3000 warga kita di perantauan dan semuanya bisa kita sebut pengusaha fotokopi,” kata Halyu Pardi, Milenialisme.com mengutip dari berita prokabar.com, Senin (29/3/2021).

Berita ini sudah terbit di Prokabar.com dengan judul Tugu Fotocopy Simbol Sukses Masyarakat Atar

Sejarah Perantau Atar Jadi Pengusaha Fotokopi

Halyu Pardi menceritakan, perjalanan masyarakat Atar dengan mesin penyalin tersebut bermula dari Yuskar yang merintis usaha tersebut di Jawa Barat.

Yuskar berhasil sukses sampai saat ini dan menarik minat masyarakat Atar lainnya.

“Awalnya dari tokoh masyarakat kita Yuskar, saat ini sudah banyak juga tokoh masyarakat yang sukses dengan usaha fotokopi,” kata Halyu Pardi lagi.

Sampai saat ini, menjadi pengusaha fotokopi di perantauan sudah mentradisi di masyarakat Atar.

Biasanya, setelah tamat dari sekolah, pemuda Atar langsung merantau.

Mereka akan memulai karier sebagai karyawan fotokopi sekaligus mempelajari bagaimana usaha tersebut berjalan.

Setelah lancar mengoperasikan mesin asal Amerika itu, mereka akan mendapatkan bantuan dari perantau lain untuk mandiri.

“Ada yang tamat sekolah langsung merantau, ada juga yang putus sekolah dan memilih merantau,” ungkap Sekretaris Nagari Atar, Aswir.

Baca Juga Prokabar.com

Nagari Atar berada di wilayah perbukitan. Dataran yang bebatuan membuat pertanian malah berkurang dan kurang berkembang.

“Kalau ekonomi di kampung itu bergerak di bidang perkebunan seperti karet, kalau pertanian ada sawah dan itupun sawah tadah hujan,” kata Aswir.

Itulah sebabnya, kata Aswir, masyarakat Nagari Atar banyak yang merantau dan menjadi pengusaha fotokopi.

Selama pandemi Covid-19, masyarakat Atar turut merasakan dampak.

Mereka semakin jarang mendapatkan kiriman dari rantau untuk penghidupan harian.

“Kalau bicara pandemi, tentu semua terdampak, perantau terdampak dan masyarakat kita terdampak.

“Ekonomi perantau kita yang terdampak saat ini karena sekolah tutup, begitupun kampus. Padahal usaha fotokopi bergantung pada itu,” tutup Aswir. (eym)

Page: 1 2

aidina fitra:
Leave a Comment