11 Aturan untuk Umat Islam Jalani Ibadah Ramadan

 Kementerian Agama akhirnya mengeluarkan panduan untuk umat Islam menjalankan ibadah bulan Ramadan. 

ramadan

MILENIALISME.COM, JAKARTA— Kementerian Agama akhirnya mengeluarkan panduan untuk umat Islam menjalankan ibadah bulan Ramadan.

Ramadan kali ini memang masih dalam pandemi Covid-19.

Jika Ramadan sebelumnya, masyarakat tidak boleh menggelar tarawih di Masjid, panduan kali ini sudah membolehkan.

Namun, ada beberapa catatan yang harus menjadi perhatian selama menjalankan ibadah Ramadan di Masjid.

Baca Juga Milenialisme.com

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan edaran panduan Ramadan dari Kemenag harus memperhatikan protokol kesehatan.

Edaran ini sekaligus untuk mencegah dampak Covid-19 pada masyarakat selama menjalankan ibadah.

“Surat edaran ini untuk panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan.”

:”Edaran ini sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19,” kata Yaqut dalam rilisnya, Selasa (6/4).

Berikut poin dalam surat edaran bernomor 3 tahun 2021:

1. Umat Islam wajib berpuasa di bulan Ramadan kecuali bagi yang sakit atau alasan tertentu yang dibenarkan dalam agama Islam.

2. sahur dan buka puasa harus di rumah masing-masing bersama keluagr inti.

3. Kegiatan buka bersama harus mematuhi pembatasan jumlah yang hadir sebesar 50 persen dari kapasitas ruangan.

Panduan untuk Pengurus Masjid

4. Pengurus Masjid atau Musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah dengan ketentuan:

  • Salat Fardu, salat Tarawih serta Witir, Tadarus Alquran, dan Itikaf dengan batasan kehadiran 50 persen dari kapasitas ruangan.

Panduan ini harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Menjaga jarak aman satu meter antarjamaah, dan setiap jamaah wajib membawa sajadah atau mukenah masing-masing.

  • Pengajian,Ceramah,Taushiyah, atau Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.
  • Peringatan Nuzulul Quran di Masjid atau musala harus dengan batasan peserta sebanyk 5- persen dari kapasitas ruangan dengan protokol kesehatan ketat. 

5. Pengurus dan pengelola Masjid atau Musala sebagaimana angka 4 (empat) wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan.

Pengurus atau pengelola juga harus mengumumkan kepada jamaah agar melakukan disinfektan secara teratur.

Menyediakan sarana cuci tangan di pintu masjid atau musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah wajib bawa sajadah atau mukenah masing-masing.

6. Peringatan Nuzulul Quran di dalam maupun di luar gedung wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Jumlah peserta paling banyak dalam peringatan Nuzul Quran harus 50 persen dari kapasitas tempat atau lapangan.

7. Vaksinasi Covid-19 tetap ada di bulan Ramadan dengan pedoman Fatwa MUI Nomor 13 tahun 2021 tentang hukum Vaksinasi Covid-19 saat berpuasa, dan ketetapan fatwa ormas islam lainnya.

8. Pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta zakat fitrah oleh Baznas dan Lembaga Amil Zakat harus sesuai protokol kesehatan dan mengindari kerumunan.

Aturan untuk Ceramah Ramadan

Baca Juga: 

9. Penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat islam dan para mubaligh atau penceraham agama harus menjaga Ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah, dan Basyariyah.

Segenap umat islam, mubaligh atau penceraham tidak boleh mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat.

10. Mubalig atau Penceramah agam harus berperan dalam memperkuat nilai keimanan, ketakwaan, Akhalaqul Karimah, Kemaslahatan umat, dan nilai kebangsaan melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Alquran dan As-sunnah.

11. Pelaksanaan salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H atau 2021 M boleh di Masjid atau Lapangan terbuka dengan protokol kesehatan ketat. 

Kecuali jika perkembangan Covid-19 semakin negatif (mengalami peningkatan) berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing. (*)

Page: 1 2

aidina fitra:
Leave a Comment